Mengenal Green Coffee Coop di Indonesia

Coop atau koperasi adalah sebuah organisasi yang berjalan pada bidang ekonomi yang dimiliki oleh sekumpulan orang-orang yang mempunyai kepentingan bersama dan dioperasikan oleh anggota didalamnya tersebut. Banyak jenis dari koperasi tersebut antara lain koperasi simpan pinjam, koperasi produksi, koperasi serba usaha, koperasi jasa, dan koperasi pertanian serta jenis koperasi lainnya. Koperasi sendiri diatur dalam undang-undang RI No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian. Yang seperti disebutkan pada pasal 5 bahwa dalam pelaksanaannya koperasi harus melaksanakan prinsip koperasi. Lalu bagaimana dengan green coffee coop di Indonesia sendiri.

Sebelum masuk ke pembahasan green coffee coop, kita belajar dulu mengenai prinsip dari koperasi tersebut.Prinsip koperasi tersebut antara lain :

  1. Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka
  2. Pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis
  3. Sisa hasil usaha yang sekaligus menjadi keuntungan dari usaha yang telah digalakan dibagi berdasarkan besaran jasa dari masing-masing anggota
  4. Modal deberi balas jasa terbatas
  5. Koperasi bersifat mandiri.

Green coffee coop sendiri merupakan koperasi yang diperuntukkan bagi para petani kopi, sehingga seluruh anggota dalam koperasi tersebut adalah wajib petani kopi. Jenis koperasi yang didirikan tersebut biasanya adalah jenis koperasi penjualan dan koperasi simpan pinjam. Koperasi pertanian juga berfungsi sebagai tempat para petani membeli kebutuhan pertanian mereka antara lain pupuk, bibit kopi, mesin pembajak serta bahan-bahan yang dibutuhkan pada penanaman kopi hingga pemanenan kopi berlangsung.

Tentunya harga yang diberikan apabila anggota membeli kebutuhan tersebut berbeda dengan harga jual di pasaran, biasanya petani akan mendapatkan harga distributor. Begitu sebaliknya apabila non anggota membeli kebutuhan pertanian di koperasi tersebut maka harga yang diberikan adalah harga eceran tertinggi yang diberikan oleh distributor. Inilah yang menyebabkan banyaknya koperasi tani atau bisa disebut kelompok tani banyak diminati oleh para petani.

Selain itu itu para petani juga bisa menjual hasil panenan mereka ke koperasi yang tentunya harga green coffee yang mereka dapatkan akan lebih baik ketimbang menjualnya ke pengepul. Kemudian di koperasi selain dijual dalam bentuk biji kopi, sebagian akan diolah menjadi produk lain yang lebih bersaing harganya yang membuat green coffee olahan koperasi tersebut bias dijual dengan harga selisih lebih tinggi. Kemudian hasil penjualan produk koperasi tersebut akan dibagi kembali kepada seluruh anggota koperasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *