Mengurus IMB Buat Hidup Anda Lebih Aman

Apakah Anda pernah mendengar ada rumah yang dirobohkan karena masalah izin mendirikan bangunan atau IMB ? Sebagai pembeli rumah, apakah perlu menanyakan izin mendirikan bangunan / IMB kepada developer? Izin Mendirikan Bangunan alias IMB (Izin Mendirikan Bangunan) Sangatlah Penting!

Jangan sampai rumah idaman anda atau renovasi anda, telah di bangun dengan baik harus bersengketa dengan pemerintah dan terpaksa di robohkan. Hal ini kerap menjadi hal yang selalu terlihat sepele. Namun hal ini sangatlah krusial. Maka dari itu kami perizinanimb.id mencoba memberikan peringatan dan bahasan penting seputar Izin Mendirikan Bangunan di daerah anda. Meskipun anda merasa aman bertempat tinggal selama bertahun- tahun tidak ada salahnya ada menaati peraturan penting ini. Kami perizinanimb.id selalu mensurvei dan melakukan beberapa penelitian, dan sayangnya sangat banyak warga di Indonesia ini tidak tau peraturan- peraturan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) tersebut.

Salah satu syarat membangun rumah atau bangunan adalah surat Izin Mendirikan Bangunan atau dikenal dengan istilah IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Jika Anda ingin membeli rumah melalui developer, IMB (Izin Mendirikan Bangunan) adalah syarat penting yang harus Anda tanyakan. Bangunan yang telah mengantongi izin mendirikan bangunan tentu saja memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibadingkan dengan bangunan yang tidak memiliki izin IMB. Memang sebuah bangunan yang telah memiliki izin, tentu saja dapat dijadikan sebagai jaminan atau agunan kredit bank. Pembeli tentu dapat meningkatkan status tanah dari HGB (biasanya jika Anda membeli rumah dari developer) menjadi SHM (Sertifikat Hak Milik). Selain itu IMB memberikan kepastian untuk pemilik bangunan untuk peruntukan bangunan.

Dasar Hukum Izin Mendirikan Bangunan

Tahukah Anda IMB (Izin Mendirikan Bangunan) memilik dasar hukum yaitu Undang Undang No 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Detilnya diatur dalam pasal 7 dan pasal 8

Pasal 7

Setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis sesuai dengan fungsi bangunan gedung. Persyaratan administratif dari bangunan gedung yang telah tertera dalam ayat (1) diantaranya meliputi persyaratan status hak atas tanah, status kepemilikan bangunan gedung, dan izin mendirikan bangunan.

Pasal 8

Setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif yang meliputi: status hak atas tanah, dan/atau izin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah; status kepemilikan bangunan gedung; dan izin mendirikan bangunan gedung; sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Disamping itu IMB (Izin Mendirikan Bangunan) juga diatur dalam Undang Undang No 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Pada peraturan ini banyak pasal-pasal yang beriis aturan dalam mendirikan bangunan, termasuk tugas dan wewenang, pelaksanaan penataan ruang, hak kewajiban dan peran masyarakat.

Dasar hukum lainya merujuk kepada Peraturan Presiden RI (Perpres RI) no 36 tahun 2005, dimana isinya memang mengatur fungsi bangunan gedung, perubahan fungsi dan persyaratan gedung.

Mengurus IMB secara Online

Kecanggihan teknologi ternyata tidak disia-siakan oleh pemerintah. Sekarang ini kita dapat mengurus izin mendirikan bangunan secara online. Anda dapat mengakses melalui website www.dppb.go.id. Hal ini sangat memudahkan masyarakat, karena kita tidak harus lagi datang ke kantor Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B). Sebagai pemohon, kita hanya perlu mengakses menu IMB (Izin Mendirikan Bangunan) rumah tinggal atau IMB non-rumah tinggal. Setelah itu kita harus memasukkan lampiran-lampiran yang diminta. Data harus diisi dengan lengkap dan benar, jika pengajuan ingin segera disetujui. Setelah itu baru bayar retribusi ke bank yang ditunjuk (biasanya bank Pemerintah Daerah). Setelah membayar jangan lupa untuk scan atau foto bukti transfer dan masukkan ke sistem.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *