PT Kampoeng Kurma

Teliti, Cermati, Pilih, dan Tanamlah Kurma Tropis Anda

Menanam Kurma Di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak lama. Hanya saja penanaman ini masih jauh dari kata serius, sebab terkadang kurma hanya tumbuh begitu saja. Walaupun ada yang benar berniat menanamnya, namun hanya sebatas tanam tanpa pengetahuan dan perawatan yang khusus. Sehingga hasilnya pun tidak maksimal, kadang berbuah dan kadand tidak. Jika berbuah maka hasil buahnya tidak optimal. Nah, inilah salah satu yang mendasari mindset bahwa kurma tidak bisa tumbuh di Indonesia.

Tetapi sekarang Menanam Kurma Di Indonesia bukanlah hal yang mustahil lagi. Pasalnya, kemunculan Kurma Tropis mampu mematahkan argumen yang menyatakan kurma tidak bisa tumbuh di Indonesia. Kurma Tropis adalah jenis kurma yang mampu beradaptasi di daerah tropis seperti Indonsia. Kurma tropis jenis KL-1 pertama kali berhasil dibudidayakan di Thailand, sebuah negara yang memiliki iklim yang sama dengan Indonesia. Hal inilah yang membuat Indonesia kembali semangat mencoba peruntungan menanam kurma di bumi Indonesia. Hingga di tahun 2016 dimulailah penanaman penanaman kurma secara masal disejumlah daerah di Indonesia.

pt kampoeng kurma

Tahukah anda, ternyata menanam Kurma Tropis bukanlah hal yang mudah. Usaha budidaya kurma harus dimulai dari kejelian dan kecermatan anda dalam memilih bibit yang akan ditanam. Kecermatan memilih bibit tentu akan berpengaruh pada proses penanaman dan hasil yang akan didapat.

Hal yang perlu diketahui adalah Bibit Kurma Tropis Jaringan keunggulannya adalah lebih mudah dalam menentukan jenis kelamin dengan persentase 99% benar. Kurma Jantan adalah kurma yang tidak mampu berbuah, meskipun ada juga yang mengatakan bahwa kurma jantan ada yang berbuah. Sedangkan kurma betina adalah kurma yang mampu berbuah dengan bantuan atau peran dari kurma jantan, walaupun ada kurma betina yang berbuah tanpa adanya peran kurma jantan, namun hasil buahnya tidak maksimal

melalui pt kampoeng kurma

Banyak cara yang dilakukan untuk memperbanyak bibit kurma, salah satunya adalah perbanayakan kurma dengan kultur jaringan. Keunggulan Perbanyakan Kurma dengan kultur jaringan ini adalah pohon kurma akan lebih cept berbuah dan buah yang dihasilkan akan unggul apabila ada kombinasi antara kurma jantan dan kurma betina. Jika dilihat dari fisik, maka cukup sulit membedakan antara kurma kultur jaringan dengan bibit asal biji.

Pertumbuhan kurma jaringan memang lebih cept bila dibandingkan dengan bibit kurma asal biji. Pada tanaman kurma yang termasuk pada  jenis tanaman monokotil ini maka perbanyakan kultur bisa dilakukan dengan embryogenesis. Yaitu melakukan explan dari sekumpulan jaringan atau sel, seperti daun muda, batang, akar, dan bukan titik tumbuh untuk kemudian ditumbuhkan embrio somatic sehingga menjadi tunas baru.

Perbanyakan bibit kurma di laboratorium biasanya melalui fase embrio somatic, yaitu diperbanayak pada saat ada tunas dan cabang. Sebenarnya secara fisiologi bibit kultur jaringan lebih dewasa jika dibandingkan dengan bibit dari biji, wajar saja jika pertumbuhan nya lebih cepat.

Saat telah menentukan bibit yang akan ditanam, anda harus memahami rekayasa genetic. Daun bibit kultur jaringan yang belum pecah biasanya akan lebih panjang bila dibandingkan dengan bibit yang berasal dari biji. Pada umumnya kurma yang dikembangkan atau diperbanyak dengan kultur jaringan berasal dari tanaman yang unggul dan pertumbuhan dari bibit ini seragam. Berbeda dengan bibit yang dari biji, pertumbuhannya beragam, ada yang lebih baik dari induknya da nada bahkan yang lebih jelek jika dibandingkan dengan kualitas indukannya.

Berbicara tentang jenis kelamin kurma, maka bibit kultur jaringan sudah bisa diketahui dari awal. Sedangkan bibit dari biji harus ditunggu hingga pohon berbunga, sehingga bisa dipastikan jenis kelaminnya. Menurut, penangkar kurma Ayutthaya, Thailand, Chaiaree Wongham, secara morfologi sulit membedakan bibit kultur jaringan dengan bibit yang berasal dari biji. Perbedaan sederhana hanya pada sertifikat saja, sebab bibit bersertifikat dari pt kampoeng kuma akan jelas asal usul, pohon induk, kualitas , dan teknologi perbanyakan yang digunakan.

Di Indonesia lembaga yang mengeluarkan sertifikat tersebut adalah Kementrian Pertanian. Namun sayang masih banyak para kolektor atau penangkar bibityang mengurus sertifikat ini. Sertifikat ini akan berguna untuk mempermudah membedakan anatara bibit kultur jaringan dan bibit yang berasal dari biji.

Khusus untuk kurma KL-1 belum ada perbanyakan dengan cara kultur jaringan. Kl-1 dengan beragam keunggulannya, seperti genjah (berproduksi perdana pada usia 3 tahun setelah di tanam), jumlah produksi mencapai 10 kilogram per-tandan, dan memiliki cita rasa yang manis.

Nah itulah sedikit ulasan mengenai kurma, semoga bisa menambah pengetauan anda tentang buah kaya manfaat ini. Jika ingin berhasil berkebun kurma, maka jangan ragu mencoba ya.

Bersama PT Kampoeng Kurma

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *